Hadits-Hadits Ruqyah Syar’iyyah
Hadits-Hadits Ruqyah Syar’iyyah
Salah satu belenggu yang sulit ditembus adalah krisis
keyakinan, keragu-raguan atau ketidakyakinan akan sebuah metode merupakan salah
satu penyebab gagalnya penyembuhan dengan al qur’an ini. Al Qur'an Al Kareem
itu lebih agung daripada sekedar kata penyembuhan, apalagi penyembuhan alternatif
yang saat ini di tuduhkan kepadanya dengan embel-embel ruqyah syar'iyyah atau
cukup ramah dihati muslimin-muslimah dengan kata ruqyah.
Al Qur'an al Kareem, tidak hanya mengobati atau
menyembuhkan penyakit medis atau nonmedis, fisik atau psikis bahkan
kedudukannya lebih tinggi dari do'a. Al Qur'an adalah mukzizat yang tidak
berfungsi sebagai penyembuh namun juga mengubah kehidupan seseorang, tidak
hanya sekedar mengikis pengaruh dan memusnahkan syaitan yang kecil dan hina
dihadapan Allah dan manusia itu sendiri. Hal ini berdasasrkan banyaknya hadits
yang mengisahkan tentang metode penyembuhan ini.
Perintah dan Kebolehan Meruqyah:
- Dari Aisyah, bahwa Nabi ﷺ memerintahkan kepadanya untuk meruqyah dari penyakit 'ain." 4
- Dari Abu Bakar bin Muhammad bahwa Khalidah binti Anas Ummu bani Hazm As Sa'idi datang menemui Nabi , ﷺ dia meminta pertimbangan kepada beliau untuk diruqyah, maka beliau memerintahkan terapi dengan ruqyah." 5 . 4 [Sunan Ibnu Majah 3503]
- Dari Aisyah, bahwa Nabi ﷺ memerintahkan kepadanya untuk meruqyah dari penyakit 'ain." 4
- Dari Abu Bakar bin Muhammad bahwa Khalidah binti Anas Ummu bani Hazm As Sa'idi datang menemui Nabi , ﷺ dia meminta pertimbangan kepada beliau untuk diruqyah, maka beliau memerintahkan terapi dengan ruqyah." 5 . 4 [Sunan Ibnu Majah 3503]
Juga dalam Musnad Ahmad 23917 5 [Sunan Ibnu Majah 3505]
- Dari 'Amru bin Hazm dia berkata, "Aku memperlihatkan
gigitan ular kepada Rasulullah ﷺ , maka
beliau memerintahkan meruqyah." 6
Dari Fadlalah bin 'Ubaid berkata: Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasalam mengajariku ruqyah dan beliau memerintahkanku untuk memakainya
meruqyah kepada siapa saja yang aku kehendaki. Ia berkata, ucapkanlah:
Rabbunaallaah alladzii fis samaawaati taqaddasa ismuka, amruka fis samaa`i wal ardli, allaahumma kamaa amruka fis samaa`i faj'al rahmataka 'alainaa fil ardli, rabbith thayyibiin ighfir lanaa haubanaa wa dzunuubanaa wa khathaayaanaa na nazzil rahmatan min rahatika wa syifaa`an min syifaa`ika 'ala maa bi fulaan min syakwaa.
Ia akan sembuh dan ucapkanlah sebanyak tiga kali, setelah itu berlindunglah diri dengan (membaca) almu'awwidzatain (an-naas dan al-falaq) sebanyak tiga kali.[Musnad Ahmad 22832]
Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i dia berkata; "Kami
biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada
Rasulullah ﷺ ; 'Ya Rasulullah! bagaimana
pendapat Anda tentang mantera? ' Jawab beliau: 'Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera itu tidak ada salahnya selama
tidak mengandung syirik.' 7
Dari 'Auf bin Malik ia berkata, "Pada masa jahiliyah
aku pernah melakukan penjampian, lalu aku berkata, "Wahai Rasulullah,
bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut?" Beliau menjawab: "Perlihatkan jampi kalian
kepadaku! Tidak mengapa dengan jampi selama bukan perbuatan syirik."
8
Dari Anas ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ membolehkan ruqyah karena terkena racun, 'Ain (sejenis gangguan hasad dari jin dan manusia) dan luka." 9
Dari Anas ia berkata; "Rasulullah ﷺ memberikan keringanan untuk membolehkan ruqyah untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh 'Ain (sorotan mata), demam dan cacar." 10
Dari Syifa' binti Abdullah dia berkata, "Nabi ﷺ menemui kami saat aku berada di samping
Hafshah, beliau bersabda kepadaku:
"Tidakkah kamu mengajarkan ruqyah untuk luka ini sebagaimana kamu mengajarinya
menulis." 11
Ruqyah Tidak Menolak Takdir
Sufyan bin ‘Uyainah berkata dalam riwayatnya, saya telah
bertanya kepada Rasulullah ﷺ, bagaimana menurut anda tentang obat yang kami
gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan
yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah? Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
"Itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa
Ta'ala." 12
Rasulullah
Meruqyah Sahabat
Dari Abu Hurairah dia berkata, "Nabi ﷺ datang menjengukku, beliau lalu bersabda
kepadaku: "Apakah kamu mau aku ruqyah dengan ruqyah yang telah di ajarkan
Jibril kepadaku?" aku lalu menjawab, "Demi ayah dan Ibuku, tentu ya
Rasulullah." Beliau lantas membaca:
'Bismillahi urqiika wallahu yasyfiika min kulli da`in
yu`dziika wa min syarrinnaffatsati fil 'uqadi wa min syarri haasidin idza hasad
(Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dan Allah-lah yang menyembuhkanmu dari
setiap penyakit yang menimpamu, dari setiap kejahatan wanita-wanita tukang
sihir yang menghembus pada buhulbuhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia
dengki).' Beliau mengucapkannya hingga
tiga kali." 13
Dan Abdurrahman menyebutkan dengan lafadz, َ"Min Kulli Da`in Fiika” (dari setiap penyakit yang ada
padamu). 14
Juga riwayat dari Ustman Bin Abi Ash ra15, yang pernah
lupa rakaat shalat ketika beliau diangkat menjadi wali kota thaif. Beliau
menghadap Rasulullah ﷺ, dan duduk bersimpuh dihadapannya dan menceritakan
keluhannya.Rasulullah bersabda; “Itu adalah syaitan, dekatkanlah ia padaku”,
maka beliau mendekatkan dirinya pada Rasulullah
ﷺ dan memukul dada beliau dengan
tangannya lalu meniup pada mulutnya sebanyak tiga kali sambil berkata
“Keluarlah wahai engkau musuh Allah”, setelah itu Rasulullah ﷺ menyuruhnya untuk aktifitas seperti biasa,
dan beliau tidak pernah lupa rakaat shalat lagi.
Rasulullah
Meruqyah Cucunya
Dari Ibnu Abbas ia berkata; Dahulu Rasulullah ﷺ sering mendo'akan Hasan dan husain dengan
mengucapkan
"U'iidzukumaa
bikalimaatillaahitaammah min kulli syaithaanin wa hammah, wa min kulli 'ainin
laammah (Aku melindungi kalian dengan kalimat Allah -Al quran atau asma' dan
sifat-Nya- yang sempurna dari setiap syetan dan binatang berbisa serta 'Ain
yang dengki)."
Beliau juga bersabda: "Demikianlah dahulu Ibrahim
melindungi Ishaq dan Isma'il 'Alaihimus salaam." [Kutipan Sunan Tirmidzi
1986]
Rasulullah
Meruqyah Anak-Anak
Riwayat pertama, dari Yalla bin Murah ra, saat melakukan
safar bersama Rasulullah ﷺ beliau
melihat seorang ibu yang sedang duduk bersama anak bayinya. Perempuan itu
memohon kepada rasul untuk mengobati penyakit anaknya yang sering kumat, dan
Rasul bersabda; “Berikanlah anak itu kepadaku”, kemudian perempuan itu meletakan anak itu dan Rasulullah ﷺ membuka mulut anak itu dan membuka mulut anak itu, lalu meniup kedalamnya sebanyak tiga kali dan mengucapkan “Bismillah, aku adalah hamba Allah, enyahlah engkau wahai musuh Allah!”
Kemudian Rasulullah ﷺ menyerahkan kembali bayi itu kepada ibunya sambil berkata; “Temuilah kami disini ketika kami kembali nanti dan beritahukan apa yang terjadi dengan anak ini”. Sekembalinya dari perjalanan, si ibu tadi berada disana dengan tiga ekor kambing dan memberitahukan bahwa tidak ada gangguan lagi dan Rasul ﷺ mengambil 1 ekor kambing tersebut. 16
Riwayat ke dua, dari Imam Ahmad, dari Yalla Bin Murah dari ayahnya, tentang seorang perempuan yang datang kehadapan Rasulullah ﷺ membawa bayinya yang kesurupan, dan nabi Muhammad bersabda; “Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah!” maka bayi itu sembuh seketika. Dan ibu tadi memberikan 2 ekor domba, keju dan minyak samin dan Rasulullah hanya mengambil keju dan minyak samin serta 1 domba.
Riwayat ke ketiga, dari Jabir bin Abdullah17, ia mengisahkan peristiwa pada Perang Dzatur Riqa’ tentang seroang perempuan yang membawa anaknya yang kesurupan kehadapan Rasulullah ﷺ. Dan Rasul menyuruh sang ibu untuk membuka mulutnya lalu diludahi oleh Rasulullah ﷺ sambil bersabda; “Enyahlah engkau wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah!” sebanyak tiga kali. Setelah itu Rasulullah ﷺ bersabda, “Anakmu sudah baik, tidak ada lagi yang akan mengganggunya”.
4 [Sunan Ibnu Majah 3503] Juga dalam
Musnad Ahmad 23917
5 [Sunan Ibnu Majah 3505]
6 [Sunan Ibnu Majah 3510] Dhoiful Isnad
7 [Shahih Muslim 4079]
8 [Sunan Abu Daud 3388]
9 [Sunan Tirmidzi 1981] Juga Sunan Tirmidzi 1982
dari Annas bin Malik.
10 [Musnad Ahmad 11729]
11 [Musnad Ahmad 25847]
12 [Musnad Ahmad 14925] Juga dalam Sunan Tirmidzi 2074
& 1991, Sunan Ibnu Majah 3428.
13 [Sunan Ibnu Majah 3515]
14 [Musnad Ahmad 9381]
15 Hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Majah (2/1175)
17 Majma’uz Zawa’id (9/9)
18
[Sunan Abu Daud 3396]
19
[Sunan Ibnu Majah 3507]
Post a Comment