KONTROVERSI HADITS RUQYAH
KONTROVERSI HADITS RUQYAH
Dari Jabir, dia berkata, "Kaum Anshar ada satu keluarga yang dipanggil dengan keluarga 'Amru bin Hazm, mereka sering meruqyah (jampi-jampi) dari penyakit humah (racun yang di akibatkan oleh sengatan kalajengking), padahal Rasulullah ï·º telah melarang jampi-jampi, maka mereka mendatangi Nabi ï·º dan berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang untuk meruqyah, dan kami sering melakukan ruqyah dari penyakit humah." Maka beliau bersabda: واُضِرْ اع "Tunjukkanlah (ruqyahmu) kepadaku." Mereka pun membacakannya kepada beliau, dan beliau bersabda lagi:
"Tidak apa dengan ini, karena bacaan ini termasuk dari sesuatu yang dapat menguatkan." 30.
Dari Jabir berkata; pamanku melakukan pengobatan dengan ruqyah (pengobatan dengan cara membaca bacaanbacaan ayat suci dan doa yang disyariatkan) dari sengatan kalajengking. Tatkala Rasulullah ï·º melarangnya, dia mendatanginya dan berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang dari ruqyah, bagaimana jika saya melakukan ruqyah dari sengatan kalajengking?. Lalu beliau bersabda:
Barangsiapa yang bisa memberi manfaat terhadap saudaranya, silahkan kerjakanlah". [Musnad Ahmad 13714]
Jabir 'Amr bin Hazm dipanggil seorang wanita dari Madinah yang terkena sengatan ular agar dia meruqyahnya. Namun dia menolaknya. Hal itu disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, lalu beliau memanggilnya. 'Amr berkata; Wahai Rasulullah, dahulu anda pernah melarang ruqyah (pengobatan dengan menggunakan bacaan yang disyareatkan). Beliau bersabda: "Bacakan hal itu kepadaku", lalu dia membacanya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Tidak mengapa, sebab ruqyah pada hakikatnya adalah penawar (pelindung)." [Musnad Ahmad 14699]
Menghilangkan Tawakal
Dari Mujahid dari 'Aqqar bin Al Mughirah bin Syu'bah dari bapaknya ia berkata; Rasulullah ï·º bersabda:
"Barangsiapa yang berobat dengan Kay atau meminta untuk diruqyah, maka sungguhnya ia telah berlepas diri dari sifat tawakkal." [Sunan Tirmidzi 1980]. Hasan Sahih Juga dalam Sunan Ibnu Majah 3480
Dari Jabir, dia berkata, "Kaum Anshar ada satu keluarga yang dipanggil dengan keluarga 'Amru bin Hazm, mereka sering meruqyah (jampi-jampi) dari penyakit humah (racun yang di akibatkan oleh sengatan kalajengking), padahal Rasulullah ï·º telah melarang jampi-jampi, maka mereka mendatangi Nabi ï·º dan berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang untuk meruqyah, dan kami sering melakukan ruqyah dari penyakit humah." Maka beliau bersabda: واُضِرْ اع "Tunjukkanlah (ruqyahmu) kepadaku." Mereka pun membacakannya kepada beliau, dan beliau bersabda lagi:
"Tidak apa dengan ini, karena bacaan ini termasuk dari sesuatu yang dapat menguatkan." 30.
Dari Jabir berkata; pamanku melakukan pengobatan dengan ruqyah (pengobatan dengan cara membaca bacaanbacaan ayat suci dan doa yang disyariatkan) dari sengatan kalajengking. Tatkala Rasulullah ï·º melarangnya, dia mendatanginya dan berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang dari ruqyah, bagaimana jika saya melakukan ruqyah dari sengatan kalajengking?. Lalu beliau bersabda:
Barangsiapa yang bisa memberi manfaat terhadap saudaranya, silahkan kerjakanlah". [Musnad Ahmad 13714]
Jabir 'Amr bin Hazm dipanggil seorang wanita dari Madinah yang terkena sengatan ular agar dia meruqyahnya. Namun dia menolaknya. Hal itu disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, lalu beliau memanggilnya. 'Amr berkata; Wahai Rasulullah, dahulu anda pernah melarang ruqyah (pengobatan dengan menggunakan bacaan yang disyareatkan). Beliau bersabda: "Bacakan hal itu kepadaku", lalu dia membacanya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Tidak mengapa, sebab ruqyah pada hakikatnya adalah penawar (pelindung)." [Musnad Ahmad 14699]
Menghilangkan Tawakal
Dari Mujahid dari 'Aqqar bin Al Mughirah bin Syu'bah dari bapaknya ia berkata; Rasulullah ï·º bersabda:
"Barangsiapa yang berobat dengan Kay atau meminta untuk diruqyah, maka sungguhnya ia telah berlepas diri dari sifat tawakkal." [Sunan Tirmidzi 1980]. Hasan Sahih Juga dalam Sunan Ibnu Majah 3480
Post a Comment