HAKIKAT KESEMBUHAN
“Al Qur’an adalah obat yang baik bagi jiwa yang baik dan
qalbu yang hidup. Ia tidak sekedar menyembuhkan namun juga mengubah keseluruhan
hidup manusia”. Allah adalah Dzat Yang Maha Tinggi, sementara jalan-jalan
menuju puncak itu seluruhnya meninggi dan kadang menyesakkan. Butuh secangkir
kesabaran untuk mengenyam dan menelah setiap kerikilnya, butuh proses untuk
menggapai rahmat Allah. Dan hanya orang-orang terpilihlah yang akan meraih
kemenangan besar, tidak hanya di puncak sana namun di keseluruhan proses dalam
menjalaninya.
Dalam hidup pun demikian, kita tidak bisa begitu saja
lari dari kenyataan dan menciptakan sebuah kehidupan baru yang kita impikan.
Proses menuju kesembuhan dengan teraphy Al Qur’an tidak sesederhana meramu mie
instant, ini tentang sebuah peperangan antara dua ruh. Ruh manusia dan ruh
jahat yang mempengaruhinya, dimana jasad adalah medan pertempuran yang
menderita dan terjajah. Untuk mengakhiri penjajahan ini, maka jiwa yang
terpenjara harus segera dibebaskan agar ruh yang murni itu kembali mengambil
alih dan melakukan stabilisasi seluruh wilayah kekuasannya.
Masalah Jin itu jauh lebih rumit dari yang pernah kita
bayangkan, karena tidak semata-mata Jin terkutuk itu masuk kedalam tubuh dan
menguasai ubun-ubun dan jasad manusia sesuka hatinya jika tidak ada sebab dan
turunnya izin dari Allah yang menciptakan mahluk-Nya sebagai ujian untuk
manusia! Kesemuanya bak mata rantai yang saling berkaitan, sebuah rangkaian
menakjubkan yang akan membawa pada sebuah keputusan dan perubahan besar jika
anda segera mengambilnya!
Tidak sedikit mantan ahli-ahli maksiat itu saat ini
menjadi balatentara Allah yang paling gigih memusuhi iblis dan balatentaranya,
praktisi-praktisi ruqyah yang diubah dari pasien itu bahkan paling banyak
memenggal leher-leher syaitan biadab laknatullah alaiyh karena merekalah yang
tahu persis anarkisme syaitan pada manusia. Namun, tidak sedikit pula pemalas yang
hingga saat ini masih betah menjadi pecundang yang ridho jasadnya disarangi
syaitan. Ia enggan bangkit dan mendaki menuju puncak kemenangan karena tidak
mau berubah atau mengubah strategi, sementara syaitan setiap saat meng-upgrade
tipudayanya. Ia malas sementara syaitan bersungguhsungguh, syaitan mengintainya
siang dan malam sementara manusia masih ragu tentang keberadaan syaitan dan
anarkismenya. Syaitan terus menyusun kekuatan dan ia terus menjauh dari Allah..
Saudaraku yang dirahmati Allah, rahasia kesembuhan
melalui teraphy al Qur’an tidak sekedar tehnik dan bacaan, namun ada hakikat
agung didalamnya. Karena ada ruh jahat yang tersenyum memperhatikan tingkah
unik kita. Ada balatentara yang siap siaga siang dan malam, mengintai dan tidak
pernah tidur! Ada api permusuhan yang tidak akan pernah padam. Ada kekuatan yang semakin
menguat mengiringi bertumpuknya dosa, riba dan kesyirikan!
Ayyuhal mukminin, jika kita mau bersungguh-sungguh, maka
jiwa yang terpenjara itu akan segera menemui jalan pulang menuju sebuah
kebebasan dan kebahagiaan yang sejati, bahkan kekal dunia dan akhirat. Namun,
kita tidak akan pernah menang sebelum deklarasi permusuhan dengan iblis dan
seluruh balatentaranya dikobarkan dan dijaga dalam jaga dan tidur kita. Kita
tidak akan pernah kuat selama kita enggan mendekat Dzat yang Maha kuat.
Kekuatan itu tidak akan pernah kokoh Jika masih ada hati yang hasad dan dengki
terhadap sesama jundi. Kekuatan itu tidak akan pernah mengakar selam Rasulullah
ï·º tidak pernah hidup di Qalbu setiap
ummat!
Al Qur'an ini tidak akan dimenangkan Allah selama ia
hanya Jadi mantra kesembuhan. Taubatannasuha, pembenahan akdah, pembetulan
tauhid dan peleburan jiwa dengan sunnah itu mutlak harus dilakukan dalam proses
menggapai rahmat Allah!
"Puncak kesembuhan adalah saat kita ridho Allah
sebagai Robb kita, Islam agama kita dan Muhammad nabi kita. Lalu Allah ridha
kepada kita dan disanalah hilang semua kesakitan. Allah mengizinkan pedihnya
rasa perpisahan untuk menciptakan rasa lain yang lebih menakjubkan disebuah
pertemuan kelak atau sekedar menyempurnakan rasa indahnya kerinduan yang tak
pernah ada dalam kebersamaan dulu!"
Banyak hati yang tidak bersyukur dengan kenabian
Rasulullah ï·º
Betapa banyak ahwat dan ummahat dinegeri ini yang bertolak
belakang dengan statusnya sebagai muslimah bahkan mereka membenci jilbab atau
niqab. Betapa banyak ikhwan yang tidak lagi memperhatikan keluarganya
"Apakah anak istrinya aman dari api neraja kelak?" betapa banyak
manusia yang lupa kepada Al Qur'an, membacanya atau lebih-lebih menyimpannya
dihati dan menerapkannya dalam kehidupan.
Wajah dan hati ummat saat ini sudah berpaling dari
sunnah, bahkan mereka gerah dengan sunnah. Lembahlembah hati umat ini telah
kering dari Al Qur'an, lalu bagaimanakah tiba-tiba al Qur'an ini bisa
menyembuhkan?
Tidak wahai hati yang sakit. Al Qur'an ini akan berfungsi
sebagai obat yang baik hanya bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Qalbu
yang hidup, qalbu yang merindukan surga, qalbu yang merindukan sebuah pertemuan
dengan Sang Maha Penyembuh! Al Qur'an ini hanya akan menjadi obat yang baik
bagi jiwa yang baik atau jiwa yang ingin menjadi baik.
Jasad yang sakit adalah rumah dari hati yang sakit, jiwa
yang pedih karena sebuah perpisahan panjang.. jiwa itu rindu, rindu ingin
bertemu. Jiwa itu terlalu lama menanti, ia rindu pada sebuah masa dimana malam
itu hidup dengan doa dan air mata ketakutan. Dua rakaat saja sulit, malam telah
gelap gulita dan syaitan menguasai shubuhnya.. sakit itu adalah seruan dari al
Mukmin!
Post a Comment