Effect Alqur’an Kepada Jasad
Effect Alqur’an Kepada Jasad
“Al Qur'an ini hanya akan ber effect kepada jasad yang
qalbunya sudah terbebas dari kesombongan”.
Dalam memahami sebuah hal kita harus fokus pada sebuah
hal yang baik bagi jiwa kita, baik bagi orang lain dan baik menurut Allah yang
bisa kita selami dari telaga keilmuan Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam
beserta sumber sahih lainnya yang tak akan habis sepanjang masa.
Namun jika logika tidak bisa berkata-kata, maka disana
iman seharusnya bicara. Bukan nafsu atau ubun-ubun si pendusta yang membusa bak
buih dilautan tak berguna. Kita harus pandai melihat, membaca, berfikir,
menganalisa, membuktikan, mengumpulkan data, melakukan perbandingan,
menyimpulkan dan lalu berbicara dengan cara yang baik. Tidak asal berkata,
karena setiap kata dan semua ada hisabnya.
Saya ingin menjawab semua details tentang fenomena reaksi
jasad/kesurupan yang erat kaitannya dengan teraphy Al Qur'an. Semoga Allah
meneduhkan jiwa dan qalbu kita dengan hikmah-hikmah Nya yang bertebaran
disemesta raya ini.
"Kenapa orang sehat dibacakan Al Qur'an lalu
kesurupan dan peruqyah berupaya menyadarkannya lagi?"
Kesurupan, atau peristiwa dikuasainya jasad oleh syaitan
terjadi ketika jiwa manusia itu melemah atau syaitan menguat lantaran jebolnya
dinding tauhid di Qalbu seseorang. Kesurupan adalah fenomena atau salah satu
dari puluhan karakteristik atau Ciri seseorang sedang dalam gangguan syaitan.
Syaitan yang menguasai bukan dari luar, namun dari dalam
jasad orang yang terkuasai. Saat dibacakan al Qur'an, syaitan yang selama ini
diam (mengganngu secara diam-diam) kemudian bicara. Harus dicatat, syaitan atau
jin ingkar hanya akan bicara ketika ia terancam. Tujuan dia bicara adalah untuk
mengelabui atau menyerang peruqyah dengan tipu daya agar menghentikan bacaan.
Setelah bacaan terhenti ia nyaman kembali.
Orang yang diteraphy tentu saja orang yang sakit, bahkan
orang yang sakit dan sadar bahwa ia sakit. Baik sakit jasadnya atau sakit
psikisnya atau bahkan sakit psikis yang berakibat kepada fisiknya yang kemudian
dikenal dengan psikomatis.
Jadi kesurupan itu sebuah peristiwa ketika syaitan
menguasai jasad manusia, dan ini biasanya tidak diinginkan manusianya. Kecuali
beberapa orang yang tidak paham tentang bahaya kesurupan bagi dirinya, biasanya
mereka sengaja mencari kesakitan dengan mengundang atau mempersilahkan syaitan
masuk kedalam dirinya.
Selanjutnya, adakah dalil kesurupan?
Sudah jadi pengetahuan umum, dalilnya ada pada surah
pertama dalam al Qur'an ayat 275; " Dan orang orang yang memakan harta
riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kesurupan
setan lantaran tekanan penyakit gila...". juga riwayat-riwayat sahih dari
Mathar bin Abdurahman, Yala bin Murah ra, Jabir bin Abdullah ra, Abdullah bin
Abbas ra, Atha bin Abu Rabah ran juga Abdullah bin Masud ra dan sederet sahabat
lain dalam kitab yang sahih menceritakan tentang hal kesurupan ini. Bahkan
Rasulullah ﷺ punya do'a tersendiri
yang beliau baca sebelum shalat untuk menghindari terkuasainya jiwa oleh
syaitan.
Begitupun dengan dalil aqli, seharusnya orang berakal dan
beriman sudah tidak meragukan lagi tentang anarkisme syaitan dan kemampuannya
yang memang memungkinkan jika mereka yang bersifat seperti angin/halus itu
mungkin masuk ke jasad manusia lalu mempengaruhi hati. Hati atau qalbu disini
adalah jantung spiritual manusia yang memang mempengaruhi otak yang menjadi
Pusat komando tubuh manusia.
Baiklah, sekarang saya beralih kepada tujuan jin
meraksuki manusia saat dibacakan Al Qur'an menurut versi analisa bebas saya
sejauh jalan yang telah saya lalui 3 tahun ini di lebih dari 30 kota di
indonesia;
1. Syaitan ingin menghalangi bacaan al Qur'an yang
dibacakan peruqyah untuk qalbu pasien dengan membuat teriakan atau tangisan
palsu!
2. Syaitan mengalahkan perhatian dan fokus peruqyah.
3. Syaitan ingin buat fitnah dan menunjukan
kesombongannya.
4. Membuat peruqyah gentar hingga akhirnya jatuh kepada
syirku khoufin.
5. Anarkisme syaitan. Dll
Dari sederet tujuan syaitan tersebut, ada hikmah yang
Allah ingin tunjukan kepada manusia yang berakal. Dari itulah Allah izinkan,
dengan kesurupan saat dibacakan al Qur'an ada beberapa hikmah:
1. Allah menurunkan rahmatNya dengan menunjukan kepada
manusia yang sudah taubat aitu dengan menunjukan siapa musuhnya.
2. Memudahkan peruqyah untuk memenggal leher syaitan
dihadapannya.
3. Menjadi tolak ukur keyakinan bahwa apa yang manusia
pelajari (berupa ilmu atau kesakitan atau hal yang selama ini dianggap hikmah
itu salah).
4. Manusia bisa melihat dengan nyata bahwa syaitan itu
musuh yang nyata. Dll
Post a Comment